Sabtu, 03 November 2018

.Kepercayaan

Janji dijanjikan
Belum barang tentu jadi sebuah kepercayaan
Manusia merencanakan
Tuhan kuasa menentukan
Perkara
Lara atau kelewat renjana
Namanya pun manusia
Percaya takdir dan doa jadinya nyata

Minggu, 14 Oktober 2018

Terluka

Lalu dalam diriku timbul pertanyaan
Adakah aku miliki kekurangan?

Sudahlah jelas,
Ada sesuatu padaku yang tak kau dapatkan
Dengan gamblang kau utarakan
Kau jadikan ia sebagai perbandingan

Merobek hati, meluka tak terperi
Mungkin,
Hanya aku yang terlalu percaya diri
Bahwa kau mampu ku lalui

Nyata sejauh ini ada bagian yang tak bisa kupenuhi
Marah sekaligus juga luka
Terbayang jika selama ini kau menatap namun tidak menetap
Ada kehadiran lain yang kau ingin

Apalah aku ini
Membuat mu nyaman saja aku tak bisa
Hingga jujurmu menjelma kekhawatiran
Akankah nanti ketika ia ditengah kita
Bukan aku yang kau perhatikan

Jumat, 12 Oktober 2018

Hujan

Sebelum hujan datang
Dibawah awan bergerak hitam
Ada kita, melawan rasa merah padam
Berbincang dalam diam

Berkisah sendirian
Sibuk dalam fikiran
Resah dalam perasaan

Coba menanyakan pada hati berkali-kali
Benarkah rasa yang kita miliki?

Sabtu, 06 Oktober 2018

Dijodohkan Tuhan

Setiap saat hari ini
Hati diliputi risau
Resah

Lalu aku kabarkan padaNYA
Aku merindu ia sebegininya
Pada lelaki yang pernah mengucapkan janji

Aku minta padaNya
Kendalikan rasa dalam dada
Tak ingin aku lalai karenanya
Karena cinta pada manusia

Lagi dan lagi
Terus kuceritakan rindu ini
Pada IA sang pemilik rindu

Sudah saja,
Seperti ingin mencukupkan harapan
Ingin berhenti resah berkepanjangan
Kepada Allah pemilik hati engkau ku titipkan
Semoga kelak kita dijodohkan

Duhai pujaan hati
Maaf
Bukan sama sekali aku menyerah
Takut aku, resah ini jadi salah
Aku belum berhak apapun atas dirimu

Senin, 01 Oktober 2018

Keliling

Tuan
Mari sedikit kuceritakan

Kau ingin datang
Melepas rindu yang sudah begitu panjang
Aku pun ingin kau pulang

Lalu kau tanya
"Kita akan kemana?"

Tuan
Bukan aku tidak punya tujuan
Seisi kota ini aku tau
Dimana sudut yang menyenangkan

Hanya..
Semua sudah dipenuhi kenangan
Dikotori jejak perpisahan

Denganmu aku ingin ada cerita baru
Lalu kita akan kenang tempat itu hingga ujung waktu
Tidak lagi jadi kubur sendu
Yang nanti kita kenang sendiri-sendiri

Jadi Tuan
Datang lah dulu
Sekedar untuk melihatku yang merindu

Sabtu, 29 September 2018

Kabar

Ada kabar
Ini sedikit tidak layak didengar
Saudaraku sedang berduka
Dideru bencana bernama gempa

Jika sudah begini akan banyak cerita pilu dimedia masa
Tentang seberapa menderita
Seorang anak ditinggal ayahanda
Seorang ibu sebatang kara
Atau keluarga tinggal puingnya saja

Ah. Lara!

Tuhan punya cara perlahan
Menyeru peringatan
Sedih tanpa doa percuma saja
Resah ku bingung bisa bantu apa

Kamis, 27 September 2018

.dilarang

Rinduku dibantah logika
Jika menuruti hati
Rindu ini tak punya ruang untuk benci
Memadati tiap sisi hati

Namun logika menariknya lebih jauh
Katanya jangan rindu
Tak ingatkah dulu kamu tersudut sakit

Logika menutupi rindu
Melarang hati untuk maaf

Rabu, 26 September 2018

Bukan Urusan

Kau membunuh ku perlahan
Lewat rindu yang setiap hari kau utarakan
Terlepas jujur atau bukan
Biar itu jadi urusanmu dengan Tuhan

Jumat, 21 September 2018

Buat mu yang sedang singgah

Teruntuk Tuan
Selamat malam
Malam ini aku sedang memikirkan mu
Entah bagaimana kamu?

Sebelumnya
Terimakasih dengan sangat karena sudah mau singgah merayakan rindu dengan ku

Aku baru mengenalmu tapi sudah merasa senyaman itu

Tapi karena itu juga aku terluka

Maaf,
Kamu aku biarkan masuk kedalam rasaku terlalu jauh
Kamu aku biarkan untuk aku miliki

Kamu tidak mengenalku!
Jika kamu mau setulus itu,
Sebenarnya banyak hal yang ingin lebih dulu ku bicarakan
Banyak hal yang sebenarnya  ingin kuutarakan dengan jujur

Tapi saat ini aku terlalu takut untuk kehilangan
Aku masih terlalu bahagia menyambutmu datang

Ah
Manusia selalu saja egois!!

Apa kita sudah saling bicara dengan sebenar-benarnya soal rasa yang kita punya?
Apa kamu benar bisa mencintaiku sampai selama-lamanya?

Memang tidak boleh berharap pada manusia
Tapi, seperti katamu cinta harus dihadirkan
Apa kita sudah menghadirkan cinta dengan cara yang benar?

Boleh kah, aku ingin meminta satu waktu mu
Untukku ku ceritakan semua kisah perjalananku
Untukku jujur pada semua masa laluku

Lalu setelah nya aku akan siapkan hati mendengar jawaban mu
Masihkah kamu mau menghadirkan cinta dihidupku?
Mengajakku mencinta SANG pemilik cinta?
Mendirikan istana lalu menjaga nya berdua?

Jika jawabanmu Tidak pun
Aku siap untuk rela
Karena nyatanya aku tak ingin membuat kamu juga terluka

Bukan balasan sajak yang kuminta
Tapi jawaban sesungguhnya dari apa yang kamu rasa

Rabu, 12 September 2018

.Kepala

Kepala ku terpenuhi segala sesuatu
Terlalu penuh
Sampai sesak rasanya
Harus sebegini menderitanya
Punya rasa tak bercerita
Nyatanya
Terlalu terbiasa diluka
Hingga lupa cara merayakannya

Jadi
Sesak isi kepala
Segala masuk jadi difikir
Buruk sangka, tidak percaya, melihat kenyataan, dan
Ah
Ingin lupa

Selasa, 11 September 2018

Jalanan.

Ada yang menyenangkan dari sebuah perjalanan
Duduk ditepi
Melihat keluar jendela
seolah sedang merekam segalanya
Diiringi lagu-lagu sendu ditelinga

Indah..
Petani yang sedang bekerja
Pepohonan rindang bersama daunnya
Jalanan panjang nan hangat
Manusia dengan beragam aktivitasnya
Mata merekam mereka
Ini layar lebar milik Tuhan

Kamis, 06 September 2018

Tak harus.

Tak usah dipaksa
Untuk punya satu rasa
Kadang jumpa tak harus berbentuk cinta

Biar saja jadi senja
Yang terkenang selamanya
Jadi temaram ditengah gulita

Jumpa pun bisa berakhir bahagia

.Pulang

Aku ingin menjadi rumah tempat mu selalu pulang
Aku ingin jadi satu satunya arah ragamu melepas lelah
Aku ingin jadi satu satunya ruang tempat mu meneriakan bahagia

Aku ingin menjadi satu satunya yang memuji hal-hal kecil yang kau lakukan
Setiap hari
Bahkan pagi tak lagi milikmu sendiri
Aku akan membagi secangkir hangat yang kumiliki, setiap hari

Aku ingin juga didera marah pada masalah yang membuat kita letih lalu merindu lagi

Aku ingin, kamu tau.
Pulanglah, aku milikmu.

Senin, 27 Agustus 2018

.Perayaan

Merayakan cinta dengan sederhana
Sesederhana rasa yang terus kembali hidup setelah lelap
Lalu waktu membuat kita tua
Tapi cinta masih akan kita rayakan dengan sederhana
Sebagai penjaga luar biasa
Kamu akan bertarung melawan apa saja
Lalu tugasku disamping mu menggenggam tanganmu sampai kapan saja
Tanpa harus diikat lingkar permata
Kita bersumpah untuk dimiliki selamanya

Minggu, 26 Agustus 2018

.Luka

Terkhusus untukmu
Luka ini mudah sekali disembuhkan
Cukup temu
Mampu hilangkan lagi segala maki yang telah kusiapkan untuk melepasmu pergi
Sudah kubilang berungkali
Bagiku kamu hal termudah untuk dimaafkan
Karena itu pergi dan kembali adalah hal termudah untuk kamu lakukan
Sebab kamu yakin aku akan menyambutmu kembali
Berungkali (pun)

Rabu, 22 Agustus 2018

.Tahan

Rasa apa ini namanya
Mengganggu hati hingga kepala
Ternyata
Hati ku belum lelah untuk jatuh cinta

Tahan
Sabar sebentar saja
Biar aku pastikan rasa apa ini namanya
Ragam bentuk jumpa sudah lelah kucoba

Aku ingin mengikutsertakan semesta dan sang pencipta
Untuk merestui kamu yang aku suka
Agar kita bisa jatuh cinta

Selamat malam perindu

Selamat malam perindu
perwujudan rasa bahagia sekaligus haru
rindu yang seharusnya layak dituju untukmu
sekaligus juga tidak

Heran aku
mampu pelihara rindu sebegitu jauh
kehebatanmu cuma satu
yakni hilang dengan bisu

kamu tahu bagaimana aku membunuh sepi?
aku beranjak kesetiap sisi
memutar lagu-lagu sepi sembari membaca buku puisi
lalu aku
ingat
kamu
lagi

bila hobi mu adalah pergi
bolehkah aku minta belajarlah juga untuk tidak kembali

itu lebih baik , biar aku tegar bersama sepi

Senin, 06 Agustus 2018

.Teka

Tak tahu teka teki apa yang tengah kau teka
Aku seperti dibutuhkan sekaligus tidak
Aku seperti dicinta sekaligus tidak

Tak acuh mu sepertinya keterlaluan
Aku sibuk memperhatikan
Kamu sibuk menghilang

Sementara perasaan sudah tak tahu lagi harus diapakan
Terluka
Hal biasa belum saja aku mati ras

Selasa, 31 Juli 2018

Fana.

Yang fana katanya adalah waktu
Namun kita terasa sama fana seperti waktu
Tak sempat ada abadi antara kau dan aku
Aku tak pernah benar-benar jadi tempatmu pulang
Seterluka itu aku tetap saja menunggu
Terlalu percaya bahwa
Aku bisa kau cinta

Minggu, 29 Juli 2018

Takapa.

Tidak perlu merasa terbebani
Dengan adanya aku sebagai pecintamu yang luar biasa
Kehadiranku
Hanya sebagai penjawab gulana
Atas resahku selama ini
Jika memang bukan aku
Tidak apa apa
Aku terbiasa tidak jadi pilihan
Artinya
Memang rasa cinta ini saja pun tidak cukup
Kita tidak harus punya segaris takdir
Untuk mengikuti keinginanku
Bila nyata sebenarnya kamu tak ingin menempuh tua bersamaku

Jumat, 25 Mei 2018

Untukku Saja

Aku membacanya..
Bisa kah serangakaian indah itu untuk ku
Aku mengaguminya
Seolah seluarbiasa itu kamu mencintai jiwa dalam puisimu
Ijin kan aku lebih dari sekedar pembaca
Aku ingin memilikinya juga
Memilikimu
Lalu aku tuliskan juga dengan luarbiasa tentangmu
Tentang sebesar apa cintaku

Kamis, 17 Mei 2018

.Pengamen

Tarantuk roda diantara bebatuan
Hangat hitam yang datar
Lewat indah yg tak dapat di genggam
Menimbun pundi-pundi dari sisa sisa kembali
Nyanyi turun lalu nyanyi lagi

Sabtu, 05 Mei 2018

Semata Menua Bersama

Semata menua bersama
Rasa hangat sirna perlahan
Penyejuk hanya riang sementara
Sejujurnya telah karam sudah

Bertahan hanya semata menua bersama
Luka dibalas hina
Berkalipun dibangkitkan
Hanya jadi tubuh tak bernyawa

Selasa, 01 Mei 2018

Selamat Malam

Baik..
Selamat malam..
Sebuah pengucapan yang lebih terasa seperti perpisahan.
Seperti perjalanan yang sudah sangat panjang seharian, dengan berbagai gerak, suara dan bising.
Lalu, terucap selamat malam.
Seolah seketika tenang dan merebah memasrahkan lelah pada gelap.
Sudah terlewat hari ini sejak pagi terjaga dari mimpi
Lalu merakitnya menjadi nyata
Meski terkadang jauh dari rencana
Lalu buatmu Selamat Malam
Jangan takut ini untuk tenang