Teruntuk Tuan
Selamat malam
Malam ini aku sedang memikirkan mu
Entah bagaimana kamu?
Sebelumnya
Terimakasih dengan sangat karena sudah mau singgah merayakan rindu dengan ku
Aku baru mengenalmu tapi sudah merasa senyaman itu
Tapi karena itu juga aku terluka
Maaf,
Kamu aku biarkan masuk kedalam rasaku terlalu jauh
Kamu aku biarkan untuk aku miliki
Kamu tidak mengenalku!
Jika kamu mau setulus itu,
Sebenarnya banyak hal yang ingin lebih dulu ku bicarakan
Banyak hal yang sebenarnya ingin kuutarakan dengan jujur
Tapi saat ini aku terlalu takut untuk kehilangan
Aku masih terlalu bahagia menyambutmu datang
Ah
Manusia selalu saja egois!!
Apa kita sudah saling bicara dengan sebenar-benarnya soal rasa yang kita punya?
Apa kamu benar bisa mencintaiku sampai selama-lamanya?
Memang tidak boleh berharap pada manusia
Tapi, seperti katamu cinta harus dihadirkan
Apa kita sudah menghadirkan cinta dengan cara yang benar?
Boleh kah, aku ingin meminta satu waktu mu
Untukku ku ceritakan semua kisah perjalananku
Untukku jujur pada semua masa laluku
Lalu setelah nya aku akan siapkan hati mendengar jawaban mu
Masihkah kamu mau menghadirkan cinta dihidupku?
Mengajakku mencinta SANG pemilik cinta?
Mendirikan istana lalu menjaga nya berdua?
Jika jawabanmu Tidak pun
Aku siap untuk rela
Karena nyatanya aku tak ingin membuat kamu juga terluka
Bukan balasan sajak yang kuminta
Tapi jawaban sesungguhnya dari apa yang kamu rasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar